Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, Si Jagur dan Dasaad Musin Concern


Kawasan Kota Tua Jakarta terletak dibagian utara Jakarta. Kawasan ini merupakan kawasan khusus  yang memiliki luas 1.3 kilometer persegi. Tahun 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mengeluarkan dekret yang resmi menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Keputusan gubernur ini ditujukan untuk melindungi sejarah arsitektur kota — atau setidaknya bangunan yang masih tersisa di sana.

Sejarah kota tua 
Sejarah kota tua, mulai diketahui dimulai sejak tahun 1526, ketika Fatahillah dikirim oleh pasukan Demak untuk menyerang kerajaan Hindu Padjadjaran melalui pelabuhan Sunda Kelapa, yang kemudian dinamakan Jayakarta. Sejarah selanjutnya yang tercatat adalah pada tahun 1619 Hindia Belanda dengan Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen menghancurkan Jayakarta dan kemudian membangun mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia.

Batavia  dijuluki juga sebagai  "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa, Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah. Sedangkan pelabuhan yang dimaksud adalah Pelabuhan Sunda Kelapa. Pelabuhan Sunda Kelapa pada awal masa pembangunannya, dibuat dengan kanal dengan panjang 810 meter. Lalu dilanjutkan pada masa pemerintahan belanda tahun 1817, dengan memperbesarnya menjadi 1.825 meter.

Kata Batavia sendiri berasal dari  kata Batavieren, yakni leluhur bangsa Belanda. Penduduk Batavia disebut "Batavianen", kemudian dikenal sebagai suku "Betawi", terdiri dari etnis kreol yang merupakan keturunan dari berbagai etnis yang menghuni Batavia. Selanjutnya nama Batavia digunakan oleh Belanda selama lebih dari 300 tahun sebelum diganti menjadi Jakarta.


Si Jagur
Berada dalam kawasan kota tua tersebut, ada spot dimana menjadi favorit pengunjung untuk berkumpul. Spot itu adalah tempat meriam besar yang biasa disebut Si Jagur. Penyebabnya adalah karena ukurannya tak seperti meriam kebanyakan. Panjangnya dapat mencapai tiga meter. Besarnya tiga sampai empat kali lipat dari meriam biasa.
Si Jagur


 
Bentuk belakang Si Jagur banyak membuat orang heran sekaligus tertawa geli, karena hiasan Si Jagur berbentuk jari yang dilipat yang kerap diartikan negatif. Banyak orang yang mengira jika hiasan jari tersebut memiliki simbol pornografi, padahal tidak sama sekali. Jika dilihat dari sejarahnya, ternyata orang Portugis dulu yang menduduki Batavia, tetap percaya akan takhayul, padahal mereka juga beragama. Mereka dulu kalau keluar malam selalu mencoba menutupi semua lubang, termasuk sela jari untuk mencegah masuknya roh jahat yang dipercaya masuk dari lubang-lubang di tubuh. Adapula yang bilang bahwa lambang jari dilipat tersebut disebut "fico" dalam bahasa Portugis yang berarti "good luck" atau "semoga beruntung". Sampai saat ini di sebagian Amerika Latin dan Portugis juga masih pakai simbol ini,"

Si Jagur sejatinya adalah meriam Portugis dari Malaka yang direbut oleh Belanda. Konon, Si Jagur ini dibuat dari 14 meriam yang besinya dilebur menjadi satu dan diboyong ke Batavia tahun 1641 untuk memperkuat pertahanan kota.

Dasaad Musin Concern

Tak Jauh dari depan taman Fatahillah terdapat gedung tua tak terurus bahkan nyaris runtuh. Tidak banyak yang saya tahu soal gedung ini. Pada satu sisi terdapat tulisan ”Dasaad Musin Concern ” lalu di depan terpampang  ” Dasaad Musin Building“. Gedung ini terlihat masih asli, terlihat jelas usang dimakan waktu dan sudah nyaris rubuh. 

Pemilik Gedung ini awalnya adalah Agus Musin Dasaad (lahir di Filipina, 25 Agustus 1905 – meninggal 11 November 1970 pada umur 65 tahun) adalah seorang konglomerat pada masa awal berdirinya Republik Indonesia. Dasaad merupakan putra pasangan pengusaha asal Menggala, Lampung (ayah) dan Moro, Filipina (ibu). Dia merupakan seorang otodidak yang mengembangkan bisnisnya dari bawah. Dia merupakan pemilik Dasaad Musin Concern, sebuah konglomerasi yang memegang lisensi beberapa merek mobil Eropa dan Jepang, serta pabrik tekstil dengan merek Kancil Mas. Pada tahun 1930-an, Dasaad juga terjun ke bisnis perkapalan dan kemudian menjadi importir alat-alat manufaktur.(wikipedia)

Salam Wisata Indonesia

Wisata lainnya:
  1. Telaga Sarangan, Wisata Andalan Magetan
  2.  Simpang Lima Semarang
  3. Kampung Sumber Alam Garut
  4. Wisata Offroad Cikole Lembang

Peta Lokasi Kota Tua Jakarta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel