Tarian Adat Khas Sumatera Barat, Tari Pasambahan dan Tari Piring,


Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Sumatera dengan Padang sebagai ibu kotanya. Sesuai dengan namanya, wilayah provinsi ini menempati sepanjang pesisir barat Sumatera bagian tengah dan sejumlah pulau di lepas pantainya seperti Kepulauan Mentawai. Dari utara ke selatan, provinsi dengan wilayah seluas 42.297,30 km² ini berbatasan dengan empat provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu.

Sumatera Barat berpenduduk sebanyak 4.846.909 jiwa dengan mayoritas beretnis Minangkabau yang seluruhnya beragama Islam. Provinsi ini terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota dengan pembagian wilayah administratif sesudah kecamatan di seluruh kabupaten (kecuali kabupaten Kepulauan Mentawai) dinamakan sebagai nagari.

Sumber: Wikipedia



Budaya Islam sangat mempengaruhi adat istiadat di Sumatera Barat, atau biasa juga disebut adat istiadat Minangkabau. Diantara nya adalah mempengaruhi pakaian adat, alat music yang digunakan, serta jenis tari tarian khas sumatera barat.

Tarian Tradisional Sumatera Barat pada umumnya dipengaruhi oleh etnis Minangkabau dan etnis Mentawai. Seni Tari Tradisional Sumatera Barat yang dipengaruhi oleh etnis Minangkabau memiliki kekhasan yang dipengaruhi agama Islam. Selain itu kebiasaan masyarakat Minangkau yang suka merantau dan keunikan adat matrilineal juga turut mempengaruhi tarian yang bercirikan adat Minangkabau ini.

Pada kesempatan kali ini, Travel Indonesia ingin membahas mengenai 2 tarian yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

1. Tari Pasambahan Minang


Masing masing budaya di Indonesia memiliki tradisi unik dalam penerimaan tamu. Di daerah Sumatera Barat ada tarian tradisional yang ditujukan untuk menyambut kedatangan tamu yaitu sebagai ucapan selamat datang dan ungkapan rasa hormat kepada tamu yang datang. Tarian itu bernama tari Pasambahan. Biasanya.Tari Pasambahan ditampilkan saat menyambut tamu dan saat kedatangan pengantin pria ke rumah pengantin wanita. Setelah Tari Pasambahan kemudian dilanjutkan dengan suguhan Daun Sirih dalam Carano kepada Sang tamu, sedangkan pada acara penyambutan pengantin pria, Daun sirih dalam Carano disuguhkan kepada pengantin pria sebagai wakil rombongan dan juga kepada kedua orangtua pengantin pria.

Pagelaran tari Pasambahan Minang tidak hanya ditujukan untuk menyambut tamu saja, akan tetapi kerap kali dipertunjukan pada pementasan seni dan budaya Sumatera Barat.

 2. Tari Piring

Piring atau dalam bahasa minang piriang, merupakan salah satu tarian adat Minangkabau / Sumatera Barat yang sangat terkenal. Awalnya  merupakan tarian ritual yang dilakukan oleh masyarakat Solok sebagai rasa syukur kepada para dewa akan hasil panen yang melimpah ruah. Tarian ini menggunakan media piring yang diisi dengan berbagai sesaji. Namun ketika agama islam masuk ke Mingangkabau, tari piring tidak lagi menjadi acara ritual, akan tetapi tarian ini berubah menjadi sara hiburan dan kesenian daerah.
Tari Piring masih terus lestari hingga sampai saat ini. Tarian ini merupakan tarian gerak cepat dengan para penari memegang piring di tapak tangan mereka, diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh berbagai alat musik tradisional Sumatera Barat seperti talempong dan saluang. Kadangkala, piring-piring itu akan dilontar ke udara atau pun dihempas ke tanah dan pecahan piring yang dilontar ke tanah akan dipijak oleh penari-penari tersebut.

Tarian ini memiliki gerakan yang menyerupai gerakan para petani semasa bercucuk tanam, membuat kerja menuai dan sebagainya




Alat Music yang mengiringi tarian Pasambahan dan Tari Piriang diantaranya adalah:
  1. Gendang Tabuik
  2. Saluang
  3. Talempong.
Lebih lengkapnya untuk mengenal alat music ini dapat anda baca disni:
Alat Music Khas Sumatera Barat


Salam Wisata Indonesia


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel