Villa Isola, Bangunan Gaya Art Deco dan Sejarah Kota Bandung



Menikmati keindahan Bandung memang tidak ada habisnya. Selain karena keindahan alamnya, Bandung juga memiliki banyak peninggalan bangunan sejarah yang memiliki ciri khas Art Deco. Art Deco adalah gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang, misalnya eksterior, interior, mebel, patung, poster, pakaian, perhiasan dan lain-lain dari 1920 hingga 1939, yang memengaruhi seni dekoratif seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual seperti misalnya fesyen, lukisan, seni grafis, dan film.

Sejarah Villa Isola
Villa Isola dibangun pada tahun 1933, milik seorang hartawan Belanda bernama Dominique Willem Berretty. Kemudian bangunan mewah yang dijadikan rumah tinggal ini dijual dan menjadi bagian dari Hotel Savoy Homann. Pada masa pendudukan Jepang, Gedung ini sempat digunakan sebagai kediaman sementara Jendral Hitoshi Imamura saat menjelang Perjanjian Kalijati dengan Pemerintah terakhir Hindia Belanda di Kalijati, Subang, Maret 1942. Perkembangan selanjutnya, ia dijadikan Gedung IKIP (sekarang UPI) dan digunakan sebagai kantor rektorat.

Gedung ini dibangun atas rancangan arsitek Belanda yang bekerja di Hindia Belanda Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker.
Bagian villa yang menghadap utara dan selatan digunakan untuk ruang tidur, ruang keluarga, dan ruang makan; masing-masing dilengkapi jendela dan pintu berkaca lebar, sehingga penghuni dapat menikmati pemandangan indah di sekitarnya. Pemandangan indah ini juga dapat diamati dari teras yang memanfaatkan atap datar dari beton bertulang di atas lantai tiga.

Bentuk ruang keluarga identik dengan ruang tidur utama, dengan latar belakang ke arah utara, sehingga Gunung Tangkubanparahu menjadi vistanya. Di atas ruang-rung tidur terdapat lantai tiga yang terdiri atas sebuah ruang cukup luas untuk pertemuan atau pesta, kamar tidur untuk tamu, sebuah bar, dan kamar mandi serta toilet tersendiri. Sama dengan ruang lainnya. ruang ini memiliki teras, jendela dan pintu dorong lebar.

Di atas lantai tiga berupa atap datar yang digunakan untuk teras. Semua perabotan dan kaca tritisan diimpor dari Paris, Perancis.

Bangunan ini ada tendensi horisontal dan vertikal yang ada pada arsitektur India yang banyak berpengaruh pada candi-candi di Jawa. Dikatakannya dalam arsitektur candi maupun bangunan tradisional, keindahan ornamen berupa garis garis molding akan lebih terlihat dengan adanya efek bayangan matahari yang merupakan kecerdikan arsitek masa lampau dalam mengeksploitasi sinar matahari tropis.

Schoemaker banyak memadukan falsafah arsitektur tradisional dengan modern dalam bangunan ini. Secara konsisten, ia menerapkannya mulai dari kesatuan dengan lingkungan, orientasi kosmik utara selatan, bentuk dan pemanfaatan sinar matahari untuk mendapat efek bayangan yang memperindah bangunan.






Vila Isola dikelilingi oleh taman. Pada bagian depan, masuk dari pintu atas dari Universitas Pendidikan Indonesia, anda akan menemukan taman yang rapih. Anda dapat menyusurinya untuk dapat mencapai lokasi Villa Isola. Didepan Villa tersebut terdapat undakan seperti tangga menuju villa. Didepannya terdapat kolam 
dengan pepohonan rindang disekitarnya.

 
Disebelah kiri depan dari Villa Isola terdapat terowongan kecil, yang menghubungkan antara halaman villa dengan jalan disampingnya. ahulu lorong ini untuk menghubungkan antara taman satu dengan lainnya.


 Saat ini, Villa Isola bernama Bumi Siliwangi. Interior nya masih menampakkan kemewahan dan keanggunan dari art deco jaman dahulu. Dengan karpet merah yang melapisi tangga menuju ruangan lantai 2, menambah keanggunan Villa tersebut.



 Pada bagian luar, juga sudah dinamai Bumi Siliwangi. Namun dilihat dari berbagai sisi pun, villa Isola ini memang sangat indah. Desain nya yang memadukan lekukan dan berundak, dengan banyak jendela, membuat setiap bagian terasa sama indahnya untuk dinikmati.


 Bagian belakang dari Villa Isola ini merupakan turunan, sehingga kita dapat suasana pemandangan dari atas Villa tersebut, dengan lebih luas. Sepanjang mata memandang, diliputi oleh taman dan kolam. Lapisan batu teras terbuat dari batu, membuat susana makin alami.
 

Sejak tahun 2009, Kota Bandung telah menajdikan Villa Isola ini sebagai cagar budaya yang harus dilestarikan. Pada plakat yang terbuat dari marmer tersebut, tertera bahwa Villa Isola dibangun tahun 1933 dan berfungsi sebagai Villa yang dimiliki oleh orang Belgia Dominique Berretty, pendiri Biro Pers Hindia Belanda (ANETA). pada tahun 1935 jadi Hotel Isola sbagai cabang Savoy Homann. Tahun 1954 remi menjadi Perguruan tinggi.


Wisata lainnya:
  1. Telaga Sarangan, Wisata Andalan Magetan
  2.  Simpang Lima Semarang
  3. Kampung Sumber Alam Garut
  4. Wisata Offroad Cikole Lembang
Salam Wisata Indonesia
Anda dapat mengunjungi Villa Isola yang terletak tak jauh dari terminal Ledeng, tepatnya di kompleks Universitas Pendidikan Indonesia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel